Home » , » Bersih Desa Jelang Sedekah Bumi

Bersih Desa Jelang Sedekah Bumi

Written By Kim Potro on Minggu, 08 Juni 2014 | Minggu, Juni 08, 2014


Masyarakat Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten  Bojonegoro mengadakan acara Bersih Desa pada Minggu pagi(8/6/2014). Kerja bakti ini diikuti semua warga sedahkidul, organisasi Karang Taruna, perangkat desa serta kepala Desa. Kegiatan yang berpusat di Lokasi Sendang Potro dan Kuburan Kare ini, dilakukan dalam rangka menyambut Acara Sedekah Bumi (manganan-red) yang akan dilangsungkan 5 hari lagi.
Sedahkidul - Masyarakat Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten  Bojonegoro mengadakan acara Bersih Desa pada Minggu pagi(8/6/2014). Kerja bakti ini diikuti semua warga sedahkidul, organisasi Karang Taruna, perangkat desa serta kepala Desa. Kegiatan yang berpusat di Lokasi Sendang Potro dan Kuburan Kare ini, dilakukan dalam rangka menyambut Acara Sedekah Bumi (manganan-red) yang akan dilangsungkan 5 hari lagi.

Ketua BPD Sedahkidul Sampir iuga ikut terjun bergotong royong membersihkan rumput ilalang dan perdu disekitar kuburan kare. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut acara Sedekah bumi.

"Warga Sedahkidul melakukan kerja bakti untuk menyambut sedekah bumi pada Jum'at pon (13/6/2014) di Sendang Potro dan Sedekah Bumi di Kuburan Kare pada Jum,at Kliwon seminggu kemudian. Pada acara sedekah bumi di Sendang Potro nanti akan diadakan Pagelaran Wayang Krucil untuk melestarikan budaya manganan turun temurun di desa ini." katanya saat ditemui Kimsepo di lokasi kerja bakti.

Menurut cerita warga setempat, setiap sedekah bumi di sendang potro harus menggelar pementasan wayang krucil. Yaitu jenis wayang yang terbuat dari kayu dengan bentuk pipih. Jika tidak, maka Dayang Penunggu Sendang Potro akan marah.

Masih menurut cerita warga itu, dahulu pagelaran wayang krucil saat manganan pernah diganti dengan Pagelaran Tayub. Namun pada sore harinya, air sendang potro dipenuhi ulat berwarna hijau yang tidak diketahui dari mana asalnya. Warga tidak berani menggunakan air sendang untuk menyiram tanamannya. Dimasa tanam padi berikutnya, hujan sulit turun. Padi kekurangan air dan panenpun gagal. Sampai sekarang, warga sedahkidul masih banyak yang percaya tradisi itu. Sehingga setiap manganan, harus mementaskan wayang krucil kemudian boleh diikuti kesenian lain seperti tayub, ketoprak dan lain-lain.

Foto : RosidinSelain Pagelaran Seni di Sendang Potro, ada budaya lain yang terus dilestarikan oleh warga. Yaitu "semangat Gotong Royong". Semangat gotong royong seluruh warga sedahkidul seakan tak pernah pudar jika untuk menyambut acara sedekah bumi.

"Semangat gotong royong warga sedahkidul sangat besar. Mereka datang semua melakukan kerja bakti kalau untuk menyambut manganan. Tak peduli sesibuk apapun, mereka berusaha menyempatkan diri untuk ikut kerja bakti. Sepertinya sendang potro ini sangat tepat menjadi inspirasi jiwa gotong royong warga sedahkidul." kata Sekdes Sedahkidul.

Dari pantauan Kimsepo di Sendang Potro, banyak sekali warga sedahkidul yang datang sejak pukul 06.00 WIB pagi. Mereka membawa sabit, cangkul, golok dan mesin pemotong rumput. Lelaki tua dan muda membaur membabat rumbut ilalang, semak dan perdu. Ada pula yang memotong rumput dan merapikannya. Riuh sekali disana. Sendang Potro pun rapi dan menjadi saksi semangat gotong royong warga desa sedahkidul ini.

Penulis : Rasidin-Kimsepo



2 komentar:

  1. Annadhoofatu minal iman, kebesihan sebagian dari iman,,, smg bersih lahir bathin..... aamiin

    BalasHapus

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved