Home » , , , , , , » Paving Gapluk Raih Pemberdayaan Terbaik

Paving Gapluk Raih Pemberdayaan Terbaik

Written By Kim Potro on Sabtu, 07 Juni 2014 | Sabtu, Juni 07, 2014

Gapluk - Salah satu kebanggaan pemerintah kecamatan purwosari adalah keberhasilan program pemberdayaan masyarakat dalam usaha pembuatan paving di Desa Gapluk kecamatan Purwosari. Warga asli kelahiran Gapluk Imam Santoso (38) telah berhasil mendirikan usaha pembuatan paving home industri sejak tahun 2012. Hingga sekarang, usaha ini mampu berjalan secara mandiri. Usaha ini mendapat perhatian positif dari pemerintah kabupaten Bojonegoro hingga Jakarta secara nasional. Lebih-lebih di tingkat kecamatan, Camat Purwosari merasa bangga atas keberhasilan warganya.

"Di Gapluk ada kader pemberdayaan masyarakat terbaik se-jawa timur ada di Purwosari. Ia adalah Pak Imam yang berhasil dengan usaha pavingnya". demikian kata camat Purwosari Yusnita Liasari, ST, M.Si kepada Kimsepo beberapa waktu lalu di kantornya.


Atas petunjuk dari camat purwosari ini, Kimsepo mengunjungi Industri Paving Gapluk pada Jum'at siang (6/6/2014). Dari kantor kecamatan purwosari, kami menuju selatan menikmati jalan mulus beraspal hasil bantuan CSR dari Pertamina PEPC yang melakukan pengeboran di TBR (Tiung Biru) Tambakrejo. Sekitar 10 menit kemudian kami sudah sampai di Balai Desa Gapluk. Kami meneruskan perjalanan memasuki lorong di sebelah utara balai desa menuju lokasi industri paving gapluk sekitar 200 meter dari jalan raya.


Terlihat tumpukan bermacam-macam paving di samping rumah. Mesin-mesin pengaduk dan alat press pembuatan paving berjajar di belakang rumah dalam keadaan mati. Saat itu tidak tampak para pekerja pembuat paving. Menurut pemilik rumah, pada hari jum'at ini para pekerja sedang libur. Kami langsung diterima pemilik UD. Imam Paving, Imam Santoso dengan ramah di ruang kerjanya. Tampak pada daftar terdapat 7 pemesan baru belum dikirim yang jumlahnya kira-kira mencapai 3 jutaan paving.

Berawal dari Bantuan Mesin Pembuat Paving

Menurut cerita Imam Paving (demikian warga setempat menyebutnya),  Usahanya itu berawal dari bantuan alat pembuat paving oleh Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Bojonegoro pada bulan desember tahun 2011. Sejak itu, ia mulai berlatih membuat paving tanpa formula pasti.

Pada suatu hari, pihak pemberi bantuan mengunjungi alat tersebut dan contoh paving buatannya. Pegawai pemerintah bojonegoro ini melemparkan paving ke atas. Setelah jatuh, ternyata paving tidak patah. Ia pun membawa sampel itu untuk diuji di laboratorium DPU Bojonegoro. Alhasil, Paving tersebut masuk kategori K 153.

Sejak saat itu ia mulai mendapat pelatihan membuat paving dengan formula yang pasti. Formula campuran bahan dasar paving seperti Pasir pasang, semen dan abu batu ditakar sesuai jenis paving yang akan dibuat. Ia menggunakan bahan dasar dari pasir lokal dan abu batu dari Tayu, Pati.

Hingga pada 21 Mei 2012, pavingnya lulus uji laborat di atas K 300. Ia pun kemudian dipercaya untuk mensuplai paving program PNPN-MP di wilayah kecamatan purwosari. Usahanya berjalan lancar. Pesanan terus meningkat. Mesin pencampur bahan dasar, 2 mesin pencetak paving dan tenaga kerja pun ditambahkan. Sekarang ini ia dibantu oleh 17 orang tenaga kerja pembuat paving.

Pengakuan dan Penghargaan

Atas keberhasilannya ini, ia telah memperoleh pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, Pada Tahun 2012 ada beberapa Lembaga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro seperti Badan PMD, Dinas Pekerjaan Umum, Bupati Bojonegoro yang mengunjungi usahanya.

" Yang paling berkesan adalah kunjungan Menteri Sekretaris Negara pada tahun 2012. Saya sangat senang karena usaha ini sudah diakui secara nasional. Moga jadi inspirasi bagi kader lainnya." katanya sambil menunjukkan dokumentasi foto semua kunjungan itu dengan wajah berseri-seri.


Ia juga menunjukkan piagam-piagam peghargaan yang diraihnya seperti :

  1. Piagam Kader terbaik dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2012,
  2. Piagam Bidang Kewirauasahaan (paving) dari Bupati Bojonegoro Suyoto tahun 2012, dan
  3. Piagam Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Badan KPMD Bojonegoro tahun 2012.


Disela-sela ceritanya, ia berharap ada pihak yang mau bekerja sama dalam hal modal. Menurutnya, pesanan pavingnya terus meninggkat. Beberapa desa di wilayah kecamatan Purwosari, Ngasem, Kalitidu, Malo, Kasiman, Kedewan dan beberapa desa dekat kota Blora Jawa Tengah mengajukan permintaan paving padanya.

"Pesanan paving untuk desa Jetis yang dekat Kota Blora itu baru diambil. Masih banyak pesanan yang belum jadi. Permintaan paving untuk program PNPM dan PPIP telah menunggu. Jadi saya masih butuh tambahan modal sekitar 3 kali dari sekarang untuk melayani pesanan itu." jelasnya. (KIM SPot)






2 komentar:

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved