Home » , , , » KKN-PPM UGM JTM-21 Menyapa Kelompok Tani Purwosari

KKN-PPM UGM JTM-21 Menyapa Kelompok Tani Purwosari

Written By KIM Sendang Potro on Kamis, 24 Juli 2014 | Kamis, Juli 24, 2014

Purwosari - Sejumlah perwakilan dari sebelas Kelompok Tani berkumpul di pendopo Kecamatan Purwosari, Kamis (24/07/14) pagi. Mereka yang berasal dari Desa Purwosari, Desa Gapluk dan Desa Kuniran ini datang memenuhi undangan Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Unit JTM-21 dalam rangka sosialisasi pertanian. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Kepala Seksi Pemberdayaam Masyarakat Desa (Kasi PMD) Kecamatan Purwosari, Mantri Tani dan tim penyuluh UPT Pertanian.

Himawan Akhmaddin S. selaku koordinator mahasiswa unit (Kormanit) JTM-21 menyampaikan, pertemuan tersebut dimaksudkan menjadi ajang kulonuwun mahasiswa KKN-PPM kepada para petani Purwosari. Pasalnya, tema KKN-PPM JTM-21 yang tak lain adalah peningkatan percepatan pembangunan berbasis agro-industri akan sangat erat bersentuhan dengan pelaku-pelaku pertanian. Mahasiswa Jurusan Perikanan 2010 ini berharap, dalam pelaksanaan KKN-PPM ini dapat terjalin kerjasama yang kondusif antara petani dan mahasiswa.

Senada dengan Himawan, Catur Yudo, Mantri Tani Kecamatan Purwosari mengatakan, mahasiswa KKN-PPM harus dapat mengakrabkan diri dengan para petani. “Pendekatan bisa dilakukan melalui kelompok-kelompok tani,” ujarnya. Bersama dengan kelompok-kelompok tani, lanjut Catur, mahasiswa dapat bersama-sama mencari solusi permasalahan pertanian di Purwosari.

Catur memaparkan, problem utama pertanian di Purwosari adalah pengairan. “90% sawah adalah sawah tadah hujan yang tidak memiliki irigasi teknis,” jelasnya. Ia mengungkapkan, sawah-sawah yang bisa dialiri air hanya di sekitar Bengawan Solo, akan tetapi jumlahnya terus menerus berkurang.

Sependapat dengan Catur, Kasi PMD yang akrab disapa Imam mengakui air masih menjadi kendala utama. “Semoga mahasiswa dapat mencarikan terobosan tanaman selain padi dan jagung,” harapnya. Harapan yang tinggi ini ia sampaikan mengingat pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki konsen yang tinggi terhadap pertanian. “Visi Bojonegoro adalah menjadi lumbung pangan dan lumbung energi. Harapannya, Bojonegoro dapat mendukung produk pangan dan produk energi secara optimal,” jelasnya.

Demi meningkatkan produktivitas pertanian, ia menerangkan, 20% pagu indikatif Kecamatan sebesar 5,2 M pada 2014 dan 5,7 M di tahun mendatang dialokasikan untuk pertanian. Dengan suntikan dana yang besar tersebut, pihak Kecamatan berharap desa-desa dapat memenuhi target lumbung padi sebesar 6,3 ton per hektar.

Perwakilan Tim KKN-PPM JTM-21, Slamet Widodo menyampaikan, mahasiswa telah melakukan serangkaian observasi dan koordinasi lapangan bersama para pelaku pertanian selama kurang lebih dua minggu. Dari hasil observasi yang dilakukan, para mahasiswa, umumnya yang berasal dari kluster Agro yaitu Pertanian, Peternakan dan Teknologi pertanian, telah merancang sejumlah program untuk dilaksanakan selama periode KKN-PPM. 

Pada kesempatan tersebut ia memaparkan tiga belas program KKN-PPM JTM-21 antara lain, Pembinaan Kelompok Tani, Sosialisasi Budidaya Jambu Merah dari On-Farm hingga Off-Farm, Pengenalan Tanaman Holtikultura lewat teknik Vertikultur, Penyuluhan Budidaya Lele Lahan Kering, Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos, Inovasi Pakan Ternak dengan Burger dan Jerami Fermentasi, Pencatatan Populasi Ternak, Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Ternak, Diversifikasi Produk Peternakan, Sosialisasi Pembuatan Keripik Pisang dan Keripik Singkong, Sosialisasi Pembuatan Tepung Pisang dan Pancake Pisang, serta Pembuatan Agar-agar Waluh untuk Balita. Mahasiswa Peternakan 2011 ini berharap mahasiswa bisa menerapkan teori-teori dari bangku kuliah bersama para petani yang telah memiliki pengalaman lapangan.

Karnoto, anggota Kelompok Tani asal Desa Kuniran merespon baik rencana program KKN-PPM JTM-21. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori tapi juga praktiknya. “Selain itu, ketersediaan alat-alat pertanian juga sebaiknya bisa menjadi perhatian, mengingat minimnya peralatan yang kami miliki,” pungkasnya. [Khalimatu Nisa]

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved