Home » , » Kekeringan Melanda Warga Dusun Pencol Desa Sedahkidul

Kekeringan Melanda Warga Dusun Pencol Desa Sedahkidul

Written By KIM Sendang Potro on Kamis, 16 Oktober 2014 | Kamis, Oktober 16, 2014

Sedahkidul - Warga Pencol RT.07 Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari  Bojonegoro menggali dasar sungai Kali Gandong untuk mendapatkan sumber air. Usaha ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air akibat sumber air penduduk kering pada musim kemarau panjang tahun 2014 ini.

Musim kemarau panjang tahun ini belum juga berakhir. sejak bulan april lalu, belum ada hujan kiriman di desa Sedahkidul dan sekitarnya. Akibatnya Sumber-sumber air penduduk menjadi kering. Sumur pompa di samping rumah penduduk pun mati. Seperti halnya pompa air milik Jarmin warga RT.7. Sumur pompa tangan miliknya sudah mati. Berkali-kali  dipompa namun airnya tak mau keluar.

"Saya sudah mengundang tukang sumur berkali-kali untuk memperbaiki sumur ini. Namun sumur ini macet lagi. Kata tukang, sumber airnya sudah habis sehingga airnya tidak mau keluar." kata Jarmin. Senada dengan keadaan tersebut, warga RT 07 Desa sedahkidul merasakan keadaan sama-sama kekurangan air.

Selain pengguna sumur patok, di Pencol terdapat 7 keluarga yang mengambil air dari dasar sungai Gandong. Mereka adalah Tarip(96), Sarji (36), Salim (40) Yudi (28), Januri (42), Haris (39), Sukandar (24).  Mereka menggali dasar sungai kemudian disedot menggunakan pompa air listrik untuk dialirkan ke rumahnya. Air ini digunakan sebagi air minum, memasak, mandi, mencuci, untuk ternak dan keperluan rumah tangga lainnya.

Seiring dengan mengeringnya Sungai gandong, maka beberapa belik galian tempat menyedot air pun mulai mengering. Air pun mulai habis dan tidak dapat disedot lagi. Begitulah yang dialami Sarji, Salim dan Yudi. Mereka kemudian menggali lagi untuk mendapatkan sumber air.

Menurut Sarji ketika ditemui KIM SPot saat menggali dasar sungai Kali Gandong Rabu (15/10/2014), akibat kemarau panjang ini sungai Gandong kering. Sumber air di belik yang ia buat sudah habis, jadi harus memindahkan belik dan menggali lebih dalam agar air bisa disedot lagi.

Sarji menambahkan cara pengambilan sumber air dilakukan dengan menggali dasar sungai Kali Gandong. Dasar Sungai yang kering ia gali dibuat belik dengan memasang satu buah buis beton ukuran diameter 80 cm. setelah air menggenang kemudian dimasuki pipa hisap. Buis beton ditutup dan ditanam sekitar 0,5 meter. agar saat sungai banjir, air sumber tetap jernih. Kemudian ia sedot menggunakan mesin pompa air dan dialirkan ke rumahnya. Usaha ini berhasil.

Menurutnya, biaya yang ia keluarkan untuk membuat sumur ini sekitar 1 juta 5 ratus ribu rupiah. Biaya tersebut diperlukan untuk belanja 1 buah buis beton ukuran diameter 80 beserta tutupnya, 1 buah mesin pompa air, 40 pipa pralon 1/2 " dan 2 gulung kabel listrik. Ia merasa puas walau besar biaya yang di keluarkan, namun hasilnya memuaskan.

"Dipekarangan rumah tidak ada sumber air makanya saya membuat belik di Kali Gandong yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah. Biar pun habis 1,5 tidak apa, asal dapat air" katanya.(KIMSPot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved