Home » , , , , » Potong Leher Serang Padi Sedahkidul, Petani Hancur

Potong Leher Serang Padi Sedahkidul, Petani Hancur

Written By KIM Sendang Potro on Rabu, 11 Maret 2015 | Rabu, Maret 11, 2015

Sedahkidul-Warga Petani Padi Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro terancam gagal panen. Pasalnya penyakit potong leher menyerang tanaman padinya dengan ganas.  Tangkainya terserang jamur dan mengering. Bulir padi menjadi kering, kosong  tanpa isi. Kerusakan yang ditimbulkan sangat luas. Demikian yang dapat dilaporkan KIMSPot dari lahan pertanian sedahkidul pada Rabu (11/3/2015).

Munawar (31) warga Sedahkidul ini tertegun ketika melihat sawahnya terserang potong leher. Menurutnya tinggal 10 hari lagi ia memanen padinya. Namun sebagian besar padinya kering tanpa isi terserang potong leher. 

"Waduhh... potong leher ini sangat ganas. Kerugian saya bisa mencapai 60 persen. Biasanya sawah ini menghasilkan 12 ton. Namun saat ini sepertinya bakal rugi besar" keluhnya.

Senada pula yang dirasakan Marimin (52) warga RT 4. Sawahnya juga terserang potong leher. Ia berharap ada cara khusus untuk mengendalikan hama ini.

"Potong leher juga menyerang padi saya. Pada satu petak padi saya hampir habis. Semoga pemerintah tahu penderitaan petani. Pada musim tanam mendatang pemerintah membantu menghalau penyakit ini" katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Setyo Bhakti Sedahkidul Ahmad Patekun membenarkan hal itu. Menurutnya, ia selalu menganjurkan kepada anggotanya untuk mengadakan pencegahan hama potong leher. Caranya seperti dengan mengikuti cara bercocok tanam sesuiai anjuran dari dinas pertanian.

"Memang potong leher melanda padi kami. Perkiraan sementara, kerugian rata-rata petani mencapai 60 persen. Potong leher ini seperti bencana di Sedahkidul" katanya

Menurutnya, rata-rata petani belum mengindahkan anjuran cara cocok tanam dari dinas pertanian. Penyakit potong leher ini perlu antisipasi sejak dini. Mulai dari masa pembibitan hingga menjelang panen.

Masih menurutnya, cara pencegahan saat pembibitan, perlu pemberian semacam imunisasi agar padi menjadi kebal penyakit. Pemupukan menggunakan perbandingan yang dianjurkan penyuluh pertanian yaitu urea 1 kwintal dan ponska 2 kwintal per hektar dengan 2 kali masa pemupukan. Diagnosa penyakit dengan tepat. Penyemprotan pada insektisida dan fungisida tidak boleh dicampur. Harus pada waktu yang berbeda.

Selain itu Patekun juga berharap ada perhatian serius dari dinas pertanian tentang bencana potong leher ini. Ia juga berharap ada sosialisasi dan pelatihan tentang cara bertani agar seluruh petani sedahkidul mau menerapkan ilmu bertani dari dinas pertanian. (KIMSpot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved