Home » , , » Olah Tanah, Petani Sedahkidul Belum Pakai EM-4

Olah Tanah, Petani Sedahkidul Belum Pakai EM-4

Written By KIM Sendang Potro on Jumat, 03 April 2015 | Jumat, April 03, 2015

Sedahkidul : Petani menuju sawah yang akan dibajak
Sedahkidul - Sebagian Petani padi Sedahkidul Kecamatan Purwosari memasuki musim tanam ke-2 pada awal April 2015 ini. Mereka mulai mengerjakan sawahnya untuk menyiapkan lahan tanam padi. Ada yang mencangkul, membajak dan memperbaiki pematang sawah.

Saat musim pengolahan lahan seperti  ini, mengingatkan saya pada diskusi tentang pertanian bersama Sigit Mantri Tani asal Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Sigit, pada waktu itu membawa Bakteri Pembelah Jerami atau biasa disebut EM-4 (Efective Mikroorganisme 4). Bentuknya cair agak kental, warnanya coklat baunya seperti kompos.

Menurutnya, EM-4 itu dapat mempercepat pembusukan jerami bekas panen. Dalam waktu 2 minggu, jerami sudah busuk dan siap diserap tanaman. Hal berbeda jika tanpa menggunakan EM-4. Karena jerami butuh waktu lama untuk menjadi busuk.

Bakteri ini sangat murah karena bahannya dari tetes tebu, buah busuk dan dedaunan yang mudah didapat. Bahkan dapat dibuat sendiri oleh para petani.

Penggunaan Bakteri Pemecah jerami dapat disemprotkan dengan cara sebagai berikut :
  1. Tuangkan air bersih pada sebuah ember hingga mencapai setengah.
  2. Masukkan larutkan EM-4 sekitar 500 cc 
  3. Aduk campuran hingga larut.
  4. Masukkan ke dalam tangki semprotan ukuran 18 liter lalu ditambah air sampai penuh.
  5. Menyemprotkan campuran tadi pada tonggak jerami di sawah secara merata.
  6. Hari berikutnya, sawah dibajak sampai tonggak jerami tertutup tanah.Dalam keadaan jerami tertutup tanah ini, bakteri berkembang dengan cepat sehingga jerami cepat busuk. 


Dalam kesempatan terpisah, Ketua Gapoktan Setyo Bakti Desa Sedahkidul Ahmad Patekun membenarkan cara pembusukan jerami tersebut. Menurutnya, cara yang diajarkan, sesuai anjuran dalam pertemuan di kelompok tani.

Ia menyebutkan cara mengolah tanah seperti itu sebagai 'Sistim Intensifikasi'. Yaitu cara mengolah tanah untuk mengembalikan kandungan unsur hara tanah dari alam itu sendiri.

"Itu salah satu dari Intensifikasi Pertanian. Jerami dibusukkan dapat menambah kadar nitrogen dan pospor untuk padi nantinya. Jadi Batang jerami dikembalikan ke tanah lagi untuk membantu pemenuhan unsur hara. Namun Petani di sini belum menggunakan EM-4" katanya. (Din/KIMSPot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved