Home » , , » Disperindag Sarankan Ledre Sedahkidul Buat Brand Sendiri

Disperindag Sarankan Ledre Sedahkidul Buat Brand Sendiri

Written By KIM Sendang Potro on Jumat, 01 Mei 2015 | Jumat, Mei 01, 2015

Sedahkidul - Industri Ledre Sedahkidul mendapat kunjungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Kamis (30/4). Kunjungan yang di lakukan oleh Luki P dan Bambang A (Sekretaris Disperindag) ini bertujuan untuk pembuatan Profil Industri Kabupaten Bojonegoro.

Masih terbayang ramainya pengunjung Stan Bojonegoro memperebutkan Ledre Sedahkidul yang ikut meramaikan Pekan KIM Jatim seminggu yang lalu. Kini lokasi pembuatan ledre ini mendapat kunjungan langsung dari Disperindag Bojonegoro. Dengan dipandu Rasidin, Ketua KIM Sendang Potro dan Pendampingnya Didik Jatmiko, 2 Petugas dari Disperindag ini menyusuri jalanan setapak sepanjang 50 meter di bawah rumpun bambu menuju rumah tinggal salah satu pembuat ledre.

Rubiyatun (48) pembuat ledre warga RT.6 RW.7 Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menjadi yang menjadi tujuan kunjungan ini. Kedatangan kami langsung disambut dengan ramah oleh Muji (52) suami Rubiyatun. Setelah mengetahui keperluan tamunya untuk melihat proses pembuatan ledre, ayah dua anak ini mempersilahkan kami untuk masuk ke rumahnya.

"Monggo pinarak, Pak. Kleresan semah kulo nembe ndamel ledre (Silahkan duduk, Pak. Kebetulan istri saya sedang membuat ledre-red)," sambut Muji dengan bahasa jawa kromo.

Beberapa saat kemudian, Rubiyatun menemui kami di ruang tamu. Menurutnya, telah 12 tahun ia menekuni pekerjaan sebagai pembuat jajanan khas bojonegoro berbahan dasar ledre ini. Ia juga menularkan ilmunya ini kepada saudara dan tetangganya. Saat ini ada 15 orang tetangganya yang ikut menekuni pembuatan ledre.

"Sudah 12 tahun saya membuat ledre. Alhamdulillah, di sini ada 15 teman yang ikut membuat ledre," tuturnya.

Masih menurutnya, dalam sehari ia mampu membuat sekitar 40 bungkus. Tiap bungkusnya berisi 15 biji. Jika sudah terkumpul sekitar 200 bungkus, ledre ini disetor ke salah satu toko di Padangan. Per bungkusnya dihargai 3 ribu rupiah. 

Mendengar cerita ini, Petugas Disperindag merasa prihatin. Mereka menyarankan untuk membentuk sebuah kelompok pembuat ledre. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian pembuat ledre melalui peningkatan harga jual ledre dan pemasarannya.

"Jumlah tadi sudah cukup untuk membentuk satu kelompok industri. Nanti silahkan membentuk satu kelompok agar dapat pembinaan guna peningkatan industrinya. Baik untuk branding nama produk maupun pemasarannya," Kata Bambang.

Senada hal itu, Luki berpesan kepada KIMSPot yang ikut hadir di lokasi itu untuk menyampaikan pesan kepada Pemerintah Desa.

"Mas, tolong nanti sampaikan ke pemerintah desa untuk membentuk kelompok industri ledre yang dikuatkan SK Kepala Desa. Kemudian silahkan datang ke Disperindag untuk pembinaan lebih lanjut. Nanti outlet dan toko rekanan kami akan membantu penjualan ledre sedahkidul," Ujar Luki kepada KIMSPot.

Setelah sekitar 20 menit berbincang di ruang tamu, kami diajak melihat langsung proses pembuatan ledre.

Dari tungku perapian yang menggunakan arang ini keluar bara. Di atasnya ditaruh wajan baja. Ada minyak khusus untuk pelicin wajan ini.

Proses pembuatannya, adonan dari tepung beras, air, gula dan santan dituang disana secukupnya. Kemudian adonan diratakan seperti membuat kerak. Irisan pisang raja pilihan dihaluskan pada kerak itu. sejurus kemudian, kerak menjadi matang dan secepatnya digulung dalam keadaan masih panas.

"Wah, ternyata membuat ledre itu sulit ya. Sepertinya lebih mudah makan ledre dari pada membuatnya," kata Bambang dengan nada bercanda. (KIMSPot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved