Home » , , , » Padi Sepanjang Jalan Purwosari - Ngambon Gagal Panen

Padi Sepanjang Jalan Purwosari - Ngambon Gagal Panen

Written By KIM Sendang Potro on Senin, 01 Juni 2015 | Senin, Juni 01, 2015

Purwosari - Di sepanjang jalan raya antara Kecamatan Purwosari menuju Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro baru-baru ini dihiasi pemandangan tanaman padi mengering. Padi yang baru berumur sekitar 35 hari ini berangsur-angsur kering secara serempak. Para Petani belum mengetahui penyebab kematian padi ini secara pasti, Senin(01/6).

"Gak tahu apa sebabnya, Mas. Tahunya tanaman tiba-tiba kering sepertinya penyakit ini dari dalam. Ini saya semprot biar mati sekalian biar segera dapat ditanami jagung," kata Laspan (42) Petani asal Sedahkidul.

Tidak hanya dirasakan oleh warga sedahkidul saja. Padi mengering ini juga terjadi di desa lainnya seperti : Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah dan desa-desa sekitarnya di wilayah Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Kerugian petani diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Yadi (52) salah satu petani asal Desa Sedahkidul, di desanya terdapat sekitar 20 hektar tanaman padi yang kering setelah dilakukan pemupukan pertama.  Setelah pemupukan, seharusnya padi menjadi hijau. Namun yang terjadi justru sebaliknya, daun padi mulai kering hingga batang. Akibatnya, tanaman padi mati.

"Padi saya baru berumur 26 hari. Kebutuhan airnya cukup. Setelah pemupukan pertama, padi ini menjadi kering. entah apa sebabnya. Berbagai upaya penyemprotan telah saya lakukan. Namun hasilnya nihil. Akhirnya saya hanya bisa pasrah saja," kata Yadi dengan nada sedih.

Masih menurut ayah 2 anak ini, hasil panennya bulan lalu sudah habis terjual untuk modal tanam ke-2 ini. Namun tanaman padinya kali mati dan ini tak sebulirpun dapat dipanen. Untuk luas lahan padi seperempat hektar ini, ia telah mengeluarkan dana 1 juta 200 ribu rupiah. Namun tidak kembali modal sama sekali.

Keadaan serupa juga dialami Zaenal (37) warga RT.6 Desa Sedahkidul. Tanaman padinya yang semula hijau subur. Setelah berumur 30 hari, kini berangsur-angsur mengering. Menurutnya, tampak kerdil dan mulai mengering. Jerami padi kemudian diambil oleh beberapa tetangganya untuk pakan ternak juga.

Kejadian ini telah menjadi perhatian Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Setyo Bhakti Desa Sedahkidul Ahmad Patekun. Ia membenarkan adanya serangan penyakit padi yang merugikan petani di sekitarnya. Kejadian ini pun telah ia laporkan ke Mantri Tani Kecamatan Purwosari.

"Memang pada beberapa hari terakhir ini, Petani Sedahkidul dikagetkan dengan kejadian padinya yang mengering dan mati. Sebab utamanya belum diketahui secara pasti. Berbagai cara penyemprotan sudah dilakukan. Namun wabah masih terus mengganas. Wabah ini telah kami laporkan kepada Mantri Tani Purwosari," katanya.

Patekun berharap ada perhatian dari pemerintah untuk penelitian penyakit padi secara serempak. Sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penanganan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. (KIMSPot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved