Home » , , » Kucur Pengikat Tali Keluarga

Kucur Pengikat Tali Keluarga

Written By KIM Sendang Potro on Sabtu, 08 Agustus 2015 | Sabtu, Agustus 08, 2015

Sedahkidul - Kucur (Kue Cucur) adalah sebuah kue tradisional kas jawa yang terbuat dari tepung beras ketan. Masyarakat Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro menyebutnya dengan Kucur.  Kue ini menjadi ciri khas jajanan dari setiap kegiatan seperti perkawinan, hajatan maupun manganan (Sedekah bumi). Pada acara tertentu seperti saat ini, jalinan kekerabatan keluarga dekat ditandai dengan hantaran makanan dan jajanan.

Kucur selalu muncul sebagai jajanan utama hantaran keluarga. Bersama jajanan tradisional lainnya, Kucur menghiasi Manganan di Sendang potro Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jum'at Pon (7/8/2015). Kue bentuknya lingkaran pipih menonjol tengahnya ini turut menjadi bukti jalinan kerukunan kekerabatan sebagai menu hantaran pada tradisi manganan.

Manganan yang juga biasa disebut sedekah bumi atau nyadran merupakan tradisi sukuran yang dilakukan oleh masyarakat desa di tempat tertentu atau yang dianggap keramat. Di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, tradisi ini dilakukan di Sendang Potro dan Makaman Kare. Pelaksanaannya setiap tahun sekali sekitar bulan Juli atau agustus. Hari jum'at pon untuk sendang potro dan jumat kliwon untuk makaman Kare.

Masyarakat setempat menyebut manganan ini sebagai ungkapan sukur kepada Tuhan yang melimpahkan riskinya sehingga panen hasil bumi tahun ini berhasil. Karenanya dalam tradisi ini warga menyedekahkan berbagai makanan olahan dari hasil pertaniannya. Mereka membuat nasi tumpeng, lauk pauk serta buah-buahan. Tidak ketinggalan jajanan tradisional seperti: Onde-onde, krecek, jadah, kucur, tape, dodol jenang, manco, gapit kluntung, opak, reteh, dan lainnya.

Hari pelaksanaan manganan, ditentukan oleh pemerintah desa. Di Sedahkidul sendiri, masyarakat menyambut manganan ini dengan berbagai kegiatan diantaranya :
  1. Mengirim makanan dan jajanan tradisional ke orang tua, mertua, sanak saudara yang sudah tidak tinggal serumah.
  2. Bancaan (kenduri) kirim doa untuk leluhur di rumahnya masing-masing
  3. sedang puncak acaranya, Bancaan di sendang potro sekitar jam 10.00 WIB.

Yang menarik di sini, ketika warga berangkat menuju sendang potro. Hampir semua warga baik tua maupun muda ikut meramaikan acara ini. Sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak dari perkampungan berjalan kaki menyusuri pematang sawah dengan membawa bakul dan keranjang berisi jajanan. Ada yang digendong, disunggi (di taruh di atas kepala) dan ada yang dijinjing. Deretan pejalan kaki ini membentuk barisan panjang yang berkelok-kelok.

Sesampainya di sendang potro, semua warga desa berkumpul jadi satu tempat di pelataran sendang potro. Mereka berkumpul, berbincang dan tertawa lepas sambil menunggu prosesi acara yang nantinya dipimpi oleh sesepuh desa atau Kaur Kesra.

Di sini terjadilah interaksi secara luas yang mencakup seluruh warga desa. Kesempatan seperti ini jarang terjadi. Kerukunan semacam ini tentu perlu dilestarikan. (DIN/KIMSPot)



0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved