Home » , , » Trasplanter Bikin Tukang Tandur Nganggur

Trasplanter Bikin Tukang Tandur Nganggur

Written By KIM Sendang Potro on Senin, 15 Agustus 2016 | Senin, Agustus 15, 2016

Sedahkidul-Mesin tanam padi transplanter mulai digunakan oleh Kelompok Tani Desa Sedahkidul pada percepatan musim tanam bulan ini. Dampaknya beberapa ibu petani penyedia jasa tukang tandur terancam kehilangan pekerjaan. 

"Saiki nek tandur nganggo mesin. Tukang tandur Nganggur, wis ora kanggo neh (Sekarang kalau tanam padi pakai mesin. Tukang tanam padi menganggur, sudah tidak dipakai lagi)," gerutu Sarni (42) warga Lor-an saat bertemu KIMSpot, Senin (15/8).

Kekesalan ini ia ungkapkan karena pekerjaan tanam padi yang biasanya dilakukan secara manual, saat ini petani mulai menggunakan transplanter. 

"Tanam pakai mesim ini sangat membantu kami untuk menekan biaya produksi padi," kata Jaman (43) warga Kidulan. 

Menurutnya, tanam padi pakai transplanter biayanya sangat murah. Dalam setiap hektarnya biaya yang dibutuhkan sekitar 6 ratus ribu untuk bensin 4 liter dan tenaga kerja 3 orang. 

Bila tanam padi secara manual, per hektar butuh tukang tandur 8 orang dengan ongkos 8 ratus ribu rupiah. Ditambah lagi 8 orang tukang daud (mencabut padi dari persemaian) dengan biaya makan dan upah sekitar 1 juta rupiah.  

Total biaya daud dan tanam sebesar 1 juta 8 ratus ribu rupiah per hektar. Sangat besar bila dibanding tanam padi pakai transplanter yang biayanya cuma 6 ratus ribu rupiah.

Menurut Ketua Gapoktan Setyo Bhakti Sedahkidul Ahmad Patekun, saat ini baru sebagian petani sedahkidul yang  menggunakan transplanter. Jadi masih banyak petani yang menggunakan jasa tanam manual. 

"Setiap penggunaan tehnologi untuk perubahan baru seperti ini tentu saja menuai pro dan kontra. Pada generasi mendatang, pekerjaan tanam padi tentu tidak disukai generasi anak-anak kita. Makanya alat ini perlu kita kenalkan dari sekarang," Kata Patekun.

Sementara itu menurut Suliman (44), berkurangnya kesempatan kerja tentunya perlu perhatian serius dari pemerintah. 

"Tentu tak selamanya warga selalu menjadi penanam padi. Karenanya pemerintah perlu memberi pembinaan terhadap perempuan hingga berhasil menciptakan sebuah usaha baru. Kami berharap nantinya sedahkidul memiliki  sebuah industri kreatif yang menampung tenaga kerja dari warga setempat," kata Suliman. (DIN/KIMSPot)

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved