Home » , » Memviralkan Potensi Bojonegoro dan Peran Duta Wisata

Memviralkan Potensi Bojonegoro dan Peran Duta Wisata

Written By KIM Sendang Potro on Senin, 14 Agustus 2017 | Senin, Agustus 14, 2017

Oleh : Diah Arinatus Safifah

Diah Arinatus Safifah - Juara 1 Yune Bojonegoro 2017
Bojonegoro - Pariwisata merupakan sektor kehidupan yang bersifat multiplier effect. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa pariwisata dapat mengangkat sektor kehidupan yang lain seperti ekonomi, sosial budaya dan lain sebagainya.

Berdasaran keyakinan inilah, pemerintah Indonesia khususnya menteri pariwisata, menggalakkan beberapa strategi untuk meningkatkan serta memajukan dunia pariwisata Indonesia. Ada tiga kebijakan yang diterapkan untuk menarik para wisatawan diantaranya adalah Digital Tourism, Homestay dan R-Connectivity.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh lapisan konsumen baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ujung tombak dari seluruh kebijakan itu merupakan daerah atau kota di Indonesia yang notabennya memiliki potensi serta mempunyai tata kelola wisata yang baik.

Bojonegoro merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Tidak hanya itu, kota yang mendapat penghargaan sebagai kabupaten percontohan dari OGP ini juga memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Ketika equability antara dua komponen tersebut dimaksimalkan, maka dapat dipastikan perkembangan pariwisata di Bojonegoro akan meningkat pesat. Potensi tersebut dibuktikan dengan munculnya destinasi wisata baru yang tergabung dalam “Gondang Eksotis”. Buton, Banyu bleng, Gunung jati adalah beberapa hasil eksplorasi yang masih dalam tahap pengembangan.

Disisi lain, terdapat Salak Wedi dan kebun Blimbing Ngrigiharjo yang tidak hanya bisa menjadi tempat wisata, namun juga hasil sumber daya yang bisa diolah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melihat berbagai potensi tersebut, sebagai duta wisata kita seharusnya memiliki kepekaan serta inisiatif yang tinggi untuk membaca potensi tersebut.

Fungsi dari duta wisata tidak hanya sebagai ambassador atau influencer, tapi lebih dari pada itu, seorang duta diharuskan untuk bisa membaur di masyarakat, mengenal kearifan lokal dan berkerja sama dengan masyarakat sehingga pembangunan pariwisata bisa dilakukan secara bersama – sama.

Dalam hal ini, ketika pemerintah maupun duta wisata “ngoyo” menggencarkan pembangunan akan wisata tanpa diimbangi adanya kesadaran masyarakat (SDM) yang kuat, maka hal tersebut akan manjadi sia – sia.

Ada banyak sarana untuk sounding bahwasannya Bojonegoro memiliki keindahan wisata yang bisa ditawarkan. Media merupakan salah satu senjata yang sangat ampuh untuk membumikan pariwisata Bojonegoro.

Seperti kebijakan yang diterapkan Menteri Pariwisata, Digital Tourism mencakup media sosial yang memang dekat dengan generasi muda khususnya. Duta wisata dapat dengan mudah memanfaatkan media sebagai kekuatan untuk memviralkan semua potensi di Bojonegoro.

Selain itu, kecepatan media untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik dari lapisan atas sampai lapisan bawah merupakan manfaat yang bisa kita ambil dalam hal ini. Menilik praktik di lapangan, media sosial yang sering digunakan untuk memviralkan sebuah wisata adalah Instagram.

Berbagai akun eksplorasi tempat-tempat hits untuk dikunjungi bermunculan dan kita bisa menerapkannya dengan ATM (amati, tiru, modifikasi). Ketika pengembangan dan pembangunan untuk terus menggali potensi sudah dilakukan, maka perlu adanya planning kedepan untuk menguatkan sektor ini.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, bahwasannya membangun pariwisata bukanlah membangun infrastruktur, melaikan membangun sebuah sistem.

Aplikasi dari pemikiran tersebut adalah dengan dibentuknya sebuah wadah IRATA Bojonegoro (Ikatan Putra-Putri Wisata Bojonegoro) yang nantinya akan menjadi akar kekuatan dari pariwisata.

IRATA Bojonegoro tidak hanya mewadahi para duta wisata saja melainkan semua segmen yang bergerak dan mau berkontribusi untuk memajukan pariwisata Bojonegoro. Harapan kedepannya adalah mereka bisa bekerja sama baik untuk meciptakan branding pariwisata Bojonegoro. Salam budaya dan pariwisata.

*) Penulis adalah mahasiswi Stikosa-AWS Surabaya dan merupakan Juara 1 Yune Bojonegoro 2017, saat ini tinggal di Ds. Lebaksari, Kec. Baureno, Bojonegoro

0 komentar:

Posting Komentar

VLOG SENDANG POTRO

APBDesa 2018 Desa Sedahkidul

Terpopuler

 
Support : Sedahkidul | Purwosari | Bojonegoro
Copyright © 2014. KIM Sendang Potro - All Rights Reserved